>

Ahok Menghina Al-Quran? Benarkah?

Beberapa minggu ini, suasana di negara tercinta Indonesia Raya tengah ribut-ribut soal Ahok yang katanya menghina Al-quran. Awalnya dari sebuah video ahok yang "mengutip surat Al-maidah ayat 51" saat sedang melakukan pertemuan dengan warga kepulauan seribu beberapa minggu lalu.


benarkah ahok mehghina Al quran

Apa sih yang membuat video ahok diduga melecehkan Al-quran? Berikut sepenggal kata-katanya:

“Bapak Ibu nggak bisa pilih saya, dibohongi surat Al-Maidah ayat 51 macam-macam gitu. Itu hak bapak ibu, nggak bisa dipilih nih karena saya takut neraka. Nggak papa. Karena itu panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja, jadi bapak ibu nggak usah merasa nggak enak, dalam nuraninya nggak bisa pilih Ahok,”

Tapi, perlu diingat, itu adalah sepenggalan kata-kata dari video yang telah diedit dan ada satu kata yang dihilangkan. Sedangkan versi lengkapnya, ada tambahan kata "pakai" seperti dalam teks berikut:

“Bapak Ibu nggak bisa pilih saya, dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51 macam-macam gitu. Itu hak bapak ibu, nggak bisa dipilih nih karena saya takut neraka. Nggak papa. Karena itu panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja, jadi bapak ibu nggak usah merasa nggak enak, dalam nuraninya nggak bisa pilih Ahok,”

Nah, terlepas ada tambahan kata "pakai" atau tidak, yang jelas setelah itu banyak yang mengkajinya mulai dari para Ulama sampai Peneliti Bahasa dari Badan Bahasa Kemendikbud, Yeyen Maryani.

Kajian dari MUI Tentang Ahok

Setelah melakukan pengkajian, Majelis ulama Indonesia (MUI) pun menyatakan bahwa bapak gubernur DKI jakarta Basuki Tjahaja Purnama benar menghina Al quran

Berikut Pendapat Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan bahwa Ahok telah menghina Al-quran:

Bismillahirrahmanirrahim

Sehubungan dengan pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Selasa, 27 September 2016 yang antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..” yang telah meresahkan masyarakat, maka Majelis Ulama Indonesia, setelah melakukan pengkajian, menyampaikan sikap keagamaan sebagai berikut:

1. Al-Quran surah al-Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non Muslim sebagai pemimpin.

2. Ulama wajib menyampaikan isi surah al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin muslim adalah wajib.

3. Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah al-Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin.

4. Menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Al-Quran.

5. Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.

Berdasarkan hal di atas, maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan : (1) menghina Al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.

Itulah penjelasan dari MUI pusat.. 

Pendapat Ahli Bahasa Tentang kata-kata Ahok

Menurut Ibu maryani (peneliti bahasa)  mengatakan, kata-kata Ahok ini tidak menjurus pada penistaan agama.

Begini penjelasannya:

“Jadi dibohongi itu kan kalimat pasif. Sebetulnya ada subjeknya yang dihilangkan. Di dalam konteks sebelumnya itu adalah bapak ibu gitu ya. Bapak ibu dibohongin itu sebagai predikatnya, pakai surat itu adalah keterangan,” jelas Yeyen Maryani.

“Dalam konteks itu berarti yang dimaksudkan dibohongin dengan menggunakan. Jadi ayat itu dipakai sebagai alat membohongi bapak ibu yang di dalam konteks sebelumnya itu,” kata Ibu Yeyen.

“Dibohonginnya tidak mengacu pada ayatnya sebetulnya, tapi ayat itu dipakai sebagai alat untuk membohongi. Permasalahannya apakah yang membuat pernyataan itu, kan tidak menyatakan bahwa surat itu bohong. Tetapi menggunakan alat dengan ayat itu. Jadi memakai ayat itu sebagai alat membohongi orang, kan begitu maksud sintaksisnya,” Begitu ibu yeyen menjelaskan secara panjang lebar

Ahok menghina Al-quran?

Nah, dari banyaknya pendapat yang ada, tentu saja memiliki alasan kuat masing-masing. Dan kita pun juga boleh dong mengeluarkan pendapat soal kata-kata Ahok yang diduga melecehkan Al-quran itu,,

Tentunya sebelum mengkajinya kita harus netralkan dulu pikiran kita. Jangan membela ahok, dan jangan juga memusuhinya supaya hasilnya bisa lebih baik..

➽Baiklah, dimulai dari kata-kata ahok yang diedit.. Kita ambil sepenggal saja, yaitu "dibohongi surat Al-Maidah ayat 51"
 
Kalau kata-katanya adalah dibohongi surat Al-maidah Ayat 51, itu artinya, Al-maidah Ayat 51 dianggap berbohong. Kalau Almaidah ayat 51 dianggap berbohong, berarti Al-quran pun dianggap berbohong juga. Kalau seperti itu, berarti ahok 100% Menistakan Al quran..

Tapi, sekali lagi itu adalah kata-kata dalam video yang diedit oleh buni yani.. berarti yang sebenarnya ahok belum bisa dipersalahkan 100%..

➽Sekarang kita menuju kalimat kedua, atau kalimat sebenarnya yaitu: "dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51"

Kalau kata-katanya dibohongi pakai surat Al-Maidah Ayat 51, itu artinya bukan Al-maidahnya yang berbohong, Tapi artinya, Al-maidah Ayat 51 dijadikan sebagai alat untuk berbohong. Artinya, Al-maidah ayat 51 dianggap alat kebohongan. Artinya, Ahok tetap saja secara langsung atau tidak langsung, secara sengaja atau tidak menghina Al-quran.

Itu dari penafsiran bebas... bagaimana penafsiran menurut Anda?


Referensi: 

http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2016/10/11/ini-pernyataan-lengkap-mui-sebut-ahok-hina-al-quran-dan-ulama/

http://www.kompasmetro.com/2016/11/begini-kata-ahli-bahasa-soal-apakah.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ahok Menghina Al-Quran? Benarkah?"

Post a Comment